di pasal 21 di ceritakan Tuhan memenuhi janjinya pada Abraham mengenai keturunan dari Sarah dan waktu Isak lahir Abraham berumur 100 tahun bila di hitung Abraham menunggu janji Tuhan selama kurang lebih 25 Tahun di saat Abraham sudah lanjut usia dan Sarah sudah tidak muda lagi tetapi
inilah yang namanya janji Tuhan tidak ada yang tidak mungkin dan pasti terjadi bagaimanapun situasinya, menurut dunia tidak mungkin tetap menurut Tuhan mungkin dan pasti terjadi sesuai rencananya.
Pasal 22 mengisahkan bagaimana Tuhan menguji Abraham dengan meminta dia untuk mengorbankan anak satu-satunya, anak perjanjian kepada Yahweh, di titik ini terlihat jelas bagaimana Abraham, dia sudah memiliki tingkat iman yang luar biasa sehingga dia percaya apapun yang di tuntun oleh Tuhan pasti akhirnya benar dan menguntungkannya, bila membayangkan perbincangan Isak dan Abraham waktu menaiki gunung, Isak menanyakan bahwa semua sudah lengkap kecuali domba untuk korban, dalam hati Abraham pasti berkecamuk walaupun dia seorang yang beriman tetapi sebagai manusia di kala diminta mengorbankan anak yang di kasihi itu pastilah berat tapi Abraham dengan tegas menjawab pertanyaan anaknya dengan mengatakan bahwa Tuhan akan menyediakan korban bakarannya, dan benar apa yang di imani Abraham bahwa Tuhan sendiri yang akan menyediakan di detik-detik terakhir Abraham mau mengorbankan Isak, cerita ini sangat berpengaruh karena ini melambangkan bagaimana Tuhan yang adalah Bapa penuh kasih begitu mengasihi anakNya namun bersedia tanpa ampun mengorbankan anakNya Yesus Kristus di kayu salib untuk memenuhi hukum sehingga setiap orang yang percaya memperoleh kebenaran dan keselamatan.
Pasal 23 menceritakan kematian Sarah dimana Sarah meninggal di usia lanjut dan sepanjang akhir hidupnya di isi oleh kebahagian dan tawa dengan hadirnya Isak, dan akhirnya dia di kuburkan di tanah kanaan.
Pasal 24 di ceritakan Abraham yang sudah lanjut usia meminta salah satu hambanya untuk mencarikan calon istri dari Isak dari antara kalangan saudaranya, dan Abraham tidak ingin untuk Isak mengambil istri dari orang kanaan. di ceritakan bagaimana pertemuan Rebekah dengan hamba Abraham ini, hamba ini bertemu dengan orangtuanya Rebekah dan meminta Rebekah untuk ikut dengannya untuk di nikahkan dengan Isak dan akhirnya keluarganya setuju dan Rebekah pun mau untuk ikut, coba di pikirkan bagaimana Hamba ini dapat meyakinkan Rebekah tentang Isak, padahal mereka baru ketemu sekali bahkan waktu akhirnya tiba Isak menghampiri Rebekah dari jauh ditulis bahwa Rebekah sudah terlebih dahulu mencintai Isak bahkan sebelum bertemu, saya percaya di perjalanan pastilah Hamba ini sudah menceritakan mengenai Isak anak dari tuannya, bagaimana Isak, perilakunya, kebaikannya, ketampanannya dan segala hal mengenai Isak sehingga Rebekah yang mendengar sudah terlebih dahulu mencintai sosok Isak sebelum bertemu dan ternyata setalah bertemu memang Isak sesuai bahkan melebihi apa yang di ceritakan oleh Hamba ini. cerita ini menggambarkan bahwa Abraham adalah sebagai Raja, Hamba adalah Roh Kudus, Rebekah adalah Gereja dan Isaac tidak lain adalah Yesus, dimana saat ini Gereja terus menerus mendengar cerita tentang betapa luar biasanya Yesus dari Roh Kudus sehingga walaupun di perjalanan sebelum ketemu Yesus tapi Gereja sudah jatuh cinta dengan Yesus. cerita yang sangat menginspirasi ini hadir dan sudah ada sejak permulaan dunia dan sudah di rencanakan oleh Bapa.
pada pasal 25 di ceritakan mengenai akhir hidup Abraham dan bagaimana dia menerima semua kebahagiaan di akhir masa hidupnya, Abraham di kuburkan bersama-sama dengan Istrinya. Isak memiliki dua orang anak kembar dari kandungan mereka sudah bertolakan dan di saat kelahiran lahirlah Esau dan Yakub, Esau tumbuh sebagai lelaki perkasa yang senang berburu dan sangat di cintai Isak sedangkan Yakub tumbuh sebagai seorang yang tenang dan suka berdiam di rumah dan dia sangat di cintai oleh Rebekah. Esau adalah orang yang tidak peduli dan suka meremehkan dan itu terjadi saat dia mau menukarkan hak kesulungan dengan semangkok sup, ini membuat Esau tidak berkenan oleh Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar