Apa itu persepuluhan? apakah saat ini kita orang kristen masih harus membayar persepuluhan? dari mana asal usulnya persepuluhan? dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul mengenai persepuluhan. kita mengenal banyak denominasi kristen yang ada di dunia ini terutama di indonesia. kita mengenal protestan dengan banyak sekali denominasi wilayah, ada juga aliran kharismatik, ada pentekosta, baptis, adven hari ke tujuh dan banyak denominasi lain.
Dari banyak denominasi gereja mengajarkan hal yang agak sedikit berbeda dengan persepuluhan. ada yang mengajarkan persepuluhan harus di bayar dan itu sudah di ajarkan dari jaman dahulu dari jaman bangsa israel yang mana memberi persepuluhan. ada juga yang mengajarkan bahwa saat ini kita hidup di jaman kasih karunia yang mana hukum taurat sudah di genapi oleh Jesus dengan kematianNya di kayu salib jadi tidak perlu lagi orang kristen membayar persepuluhan tetapi di ganti dengan pemberian dan bersifat sukarela dan masih banyak lagi pengajaran mengenai persepuluhan. Bahkan yang lebih mengerikan adalah banyak jemaat yang menganggap bahwa persepuluhan itu hanyalah akal-akalan dari pengurus gereja untuk memperoleh uang.
Oleh karena begitu banyak paham orang kristen mengenai perpuluhan saya tertarik untuk menulis mengenai perpuluhan atau dalam bahasa inggris di sebut “Tithe” ini. Sebagai informasi saya menulis ini bukan berdasarkan paham atau mendukung paham dari salah satu denominasi gereja, marilah kita lepaskan atribut gereja kita masing-masing dan mencoba memahami dan mempelajari mengenai persepuluhan ini dari kacamata alkitabiah dan sesuai dengan alkitab. Kita orang kristen adalah pengikut Kristus dan mengakui Kristus sebagai penebus dan juruselamat kita.
Persepuluhan adalah sepersepuluh atau 1/10 menurut pengertiannya. Dalam bahasa inggris “Tithe” adalah berasal dari kata “Teogopa” yang berarti one tenth part of something, paid as contribution. dalam bahasa ibrani artinya “maaser”.
Asal usul pertama dari persepuluhan atau awal istilah persepuluhan muncul adalah pada masa hidup Abraham. Pada kitab Kejadian 14:17-24 di mana setelah mengalahkan raja kedorlaomer dan bertemu dengan imam besar Melkisedek. Berikutnya perpuluhan muncul. Setelah itu di kitab Kejadian 28 : 22 cerita mengenai anak Ishak atau cucu dari Abraham yaitu Yakub yang berjanji di dalam pelariannya bahwa akan memberikan sepersepuluh dari semua yang didapatkannya. Pada bilangan 18:21 juga setelah hukum taurat ada diatur juga mengenai perpuluhan yang mana harus di berikan oleh orang israel kepada keturunan Lewi yang menjadi perantara antara orang israel dan Tuhan di bilangan 18:26-27 juga di katakan walaupun orang Lewi menerima persepuluhan dari orang israel mereka tetap juga harus memberikan persepuluhan. Lukas 11:42 bercerita bagaimana Yesus menegur orang Farisi dimana mereka setia membayar perpuluhan tetapi tidak mengindahkan keadilan dan kasih, Yesus menegaskan bila orang Farisi melakukan persepuluhan maka harus juga memiliki keadilan dan kasih jangan hanya melakukan satu hal dan hal lain di abaikan. Di kitab ibrani pasal 7 juga di ceritakan kembali mengenai bagaimana Abraham membayarkan persepuluhan kepada Melkisedek dan penjelasan tambahan mengenai siapa sebenarnya Melkisedek.
Apabila kita menarik garis zaman pada alkitab, terdiri dari 3 zaman; 1) zaman sebelum hukum taurat, 2) zaman hukum taurat dan 3) zaman setelah penggenapan hukum taurat oleh Yesus Kristus. Mari kita lihat asal usul munculnya persepuluhan di alkitab!.
Pada zaman sebelum adanya hukum taurat yaitu zaman Abraham hidup, di ceritakan pada kitab Kejadian 14 dimana Abraham membayarkan persepuluhan kepada Melkisedek, di zaman hukum taurat malah lebih jelas diatur bahwa semua orang israel harus membayar perpuluhan dan di berikan kepada orang lewi bahkan orang lewi pun harus memisahkan sebagian sebesar sepersepuluh untuk di berikan sebagai persepuluhan mereka. Di zaman setelah penggenapan hukum taurat pun Rasul Paulus mengigatkan kembali mengenai kisah Abraham dan Melkisedek dan malah lebih di jelaskan lagi mengenai siapa sebenarnya Melkisedek dan kenapa sampai Abraham pun yang bisa dikatakan sahabat Tuhan (Elohim) memberikan persepuluhan kepadanya.
Sosok Melkisedek sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan pakar teologi Kristen, Yahudi maupun tokoh agama-agama lainnya. menurut Matthew Henry bible commentary menulis; 1) Melkisedek adalah Shem anak dari nabi Nuh yang waktu itu menjadi raja dan imam dari keturunannya waktu itu, 2) menurut banyak penulis Kristen mengatakan bahwa Melkisedek sebenarnya adalah Yesus Kristus sendiri yang menampakkan dirinya kepada Abraham karena sangat sulit untuk mengetahui siapa Melkisedek karena dia dikatakan tidak ada bapak, tidak beribu, tidak ada keturunan dan tidak ada permulaan dan akhir, 3) Melkisedek adalah pangeran dari Kanaan yang memerintah Salem dan mengajarkan Agama Kebenaran di sana. tapi pendapat ini menjadi pertanyaan kalau benar seperti itu mengapa Abraham tetap membangun altarnya sendiri dan tidak ke altarnya Melkisedek?menurut arabic catena Melkisedek anak dari Heraclim dan Heraclim adalah anak Peleg dan Peleg adalah anak dari Eber, dan ibu dari Melkisedek adalah Salathiel anak dari Gomer dan Gomer adalah anak dari Yafet anak Nuh. Rasul Paulus sendiri mengatakan di kitab Ibrani pasal 7 bahwasannya di jelaskan siapa sebenarnya Melkisedek, dikatakan bahwa dia adalah Raja Kebenaran dan Raja Keadilan dan Imam dari Tuhan yang maha tinggi, di sini secara tidak langsung menjelaskan atau mengarah ke sosok Yesus Kristus. Menurut John Gill exposition of Bible mengenai kitab Ibrani Pasal 7 mengatakan bahwa banyak intrepretasi mengenai siapa Melkisedek termasuk asal ibu dan ayah dari dia tapi sebenarnya yang lebih menjelaskan adalah Melkisedek tipikal dari Yesus Kristus yang adalah Imam Besar sepanjang masa dan juga Raja Kebenaran dan Keadilan dan Raja Damai.
Setelah mengetahui siapa sebenarnya Melkisedek, yang tidak lain adalah simbol dari Imam Besar sepanjang masa yang kita percaya bersama adalah Yesus Kristus maka kepadaNyalah Abraham memberikan persepuluhan, dan itu berlaku kepada seluruh keturunan lahiriah Abraham yang sekarang adalah bangsa Israel. Terus saat ini umat Kristen modern apa harus tetap membayar persepuluhan? dan hal ini masih menjadi banyak pertanyaan. Menurut John Gill exposition of Bible bahwa Abraham tercatat hanya memberikan 1 (satu) kali persepuluhan yaitu dari hasil rampasan perang waktu itu. Pada Zaman hukum Taurat di katakan bahwa seluruh hasil yang di hasilkan dari orang israel harus dipersembahkan persepuluhan bahkan orang lewi yang menerima persepuluhan pun harus membayar persepuluhan. di Zaman setelah penggenapan hukum Taurat yaitu Zaman kita sekarang apakah persepuluhan masih berlaku? apa kita hanya perlu membayar sekali saja persepuluhan seperti yang dilakukan Abraham? Mari kita teliti lagi mengenai persepuluhan ini lebih dalam di Alkitab, kenapa harus sepuluh? ada apa dengan sepuluh?.
Mari kita baca pada kitab Kejadian 45:17-23, di ceritakan waktu Firaun mengetahui tentang keluarga Yusuf dia memerintahkan Yusuf untuk menjemput ayahnya yaitu Yakub dengan Kereta Kerajaan dan memberikan semua yang terbaik dari tanah mesir. Di ayat 23 Yusuf melakukan seperti yang di perintahkan Firaun dan perhatikan apa yang di lakukan sebagai berikut; Yusuf mengirim juga sepuluh keledai jantan yang membawa semua yang terbaik dari tanah mesir dan sepuluh keledai betina yang membawa gandum dan bahan makanan untuk bekal di perjalanan, kenapa sepuluh? kenapa tidak di sebutkan saja dua puluh keledai? kenapa harus di pisahkan sepuluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan? sebenarnya apa yang mau di perjelas di alkitab adalah bahwasannya sepuluh itu mewakili semua, Firaun berkata kepada Yusuf untuk memberikan semua yang baik dari tanah mesir untuk ayahnya dan yang dilakukan Yusuf memuat semua yang baik dari tanah mesir ke sepuluh keledai jantan, jadi jelas di sini yang dimaksudkan adalah sepuluh mewakili semua.
Penekanan Alkitab lainnya mengenai sepuluh adalah pada hukum taurat, di mana di katakan bahwa sepuluh hukum taurat mewakili semua hukum taurat yang ada, di kitab Jacobus 2:10 dikatakan bahwa bila orang melanggar satu poin saja dari sepuluh hukum taurat maka dia melanggar semua hukum tersebut, itulah mengapa sepuluh adalah mewakili semua.
Bisa di bayangkan apa yang dimaksud dengan sepuluh dan apa yang di wakili oleh sepuluh. Saat ini semua tergantung pada anda apakah mau membayar persepuluhan atau tidak, di alkitab jelas di katakan bila di pisahkan persepuluhan atau sepuluh persen dari milik kita untuk Tuhan maka Tuhan akan memberkati semua yang kita miliki. Pada ibrani 7 ayat 8 dengan tegas di nyatakan rasul Paulus bahwa dengan memberikan persepuluhan kita bersaksi bahwa Yesus hidup.
Akhir kata ada cerita mengenai seorang anak kecil yang hidup dengan ibunya, mereka hidup sangat sederhana karena ibu ini di tinggal pergi oleh suaminya, begitu sederhana hidup mereka mendorong anak kecil ini ingin membantu ibunya untuk menghasilkan uang agar dapat membiayai hidup mereka berdua, singkat cerita anak ini mendapatkan satu pekerjaan dan di akhir minggu dia memperoleh gaji pertamanya waktu itu sebesar 1,50 dollar, waktu menerima gaji pertamanya anak kecil ini sangat senang dan bahagia, dia berlari sambil membawa gajinya dan di berikan kepada ibunya dengan berkata, “ibu ini gaji pertama saya dan saya ingin berikan ini semua pada ibu”, ibunya mengambil uang itu di taruh ke pangkuannya dan memeluk anak kecil ini sambil berkata, “nak, ambilah sepuluh persen dari gajimu ini untuk diberikan sebagai persepuluhan”. Apakah anda mengenal siapa anak kecil itu? Dia adalah John D.Rockefeller, di buku biografinya dia berkata “Saya tidak pernah akan bisa memberikan persepuluhan dari satu juta dollar yang saya hasilkan kalau saya tidak memberikan persepuluhan dari gaji pertama saya”. Nasihat dari ibunya sangat di ingatnya dan membawa dia menjadi orang yang paling berhasil di dunia modern, dia di catat orang terkaya di dunia sampai saat ini dan belum ada yang bisa melampaui kekayaannya John D. Rockefeller.
Amin semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi kita sebagai orang Kristen untuk tetap teguh kepada Yesus Kristus dan tetap menaruh pengharapan hanya kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar